oleh

DPR Putuskan Revisi UU Pernikahan, Usia Pernikahan Minimal 19 Tahun

Jakarta- Deawan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan revisi terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menjadi undang-undang baru, di dalam rapat paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Pengesahan itu berlangsung secara lancar tanpa ada protes dari peserta sidang. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang memimpin sidang, mempertanyakan sikap akhir peserta sidang yang merespons dengan persetujuan.

“Dengan demikian revisi terhadap Rancangan Undang-undang Perkawinan disahkan menjadi undang-undang,” kata Fahri disambut tepuk tangan seluruh anggota dewan.

Pengesahan itu didahului dengan pemaparan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Totok Daryanto. Dia menjelaskan ada kesepakatan perubahan sejumlah pasal di dalam UU Perkawinan yang baru. Yakni perubahan pasal 7 yang mengatur tentang usia boleh kawin laki-laki dan perempuan.

“Hasil pembahasan tingkat I di Baleg menyepakati perubahan pasal 7 yang mengatur tentang usia boleh kawin laki-laki dan perempuan. Disepakati bahwa batasan usia yang dibolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah sama usia 19 tahun,” kata Totok.

Dia menyebut, dispensasi bisa diberikan namun harus melalui persetujuan pengadilan yang diajukan oleh orang tua pihak laki laki maupun perempuan.

“Hakim dalam memutuskan perkara dispensasi usia perkawinan harus mempertimbangkan semangat pencegahan usia perkawinan dini, nilai-nilai agama, budaya, dan adat-istiadat masyarakat setempat,” ucapnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Yohana Susana Yembise sedari awal memang mendesak DPR agar mengesahkan revisi UU Perkawinan itu karena menilai angka perkawinan anak di Indonesia masih tinggi. Dia mengucapkan terima kasih kepada DPR yang kini telah merealisasikannya.

“Pengesahan ini akan membuktikan bahwa negara terus melindungi 80 juta anak Indonesia demi generasi emas di masa depan. Kami mengucapkan terima kasih,” tutur Yohana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed